Wednesday, 2 April 2014

Kekuatan Pikiran Positif

www.ternakkartukredit.blogspot.com

Berpikir positif merupakan sikap mental yang melibatkan proses memasukan pikiran-pikiran, kata-kata, dan gambaran-gambaran yang konstruktif (membangun) bagi perkembangan pikiran anda. Pikiran positif menghadirkan kebahagiaan, sukacita, kesehatan, serta kesuksesan dalam setiap situasi dan tindakan anda. Apapun yang pikiran anda harapkan, pikiran positif akan mewujudkannya. Jadi berpikir positif juga merupakan sikap mental yang mengharapkan hasil yang baik serta menguntungkan.

Tidak semua orang menerima atau mempercayai pola berpikir positif. Beberapa orang menganggap berpikir positif hanyalah omong kosong, dan sebagian menertawakan orang-orang yang mempercayai dan menerima pola berpikir positif. Diantara orang-orang yang menerima pola berpikir positif, tidak banyak yang mengetahui cara untuk menggunakan cara berpikir ini untuk memperoleh hasil yang efektif. Namun, dapat dilihat pula bahwa semakin banyak orang yang menjadi tertarik pada topik ini, seperti yang dapat dilihat dari banyaknya jumlah buku, kuliah, dan kursus mengenai berpikir positif. Topik ini memperoleh popularitas dengan cepat.

Kita sering mendengar orang berkata: “Berpikirlah positif!”, yang ditujukan bagi orang-orang yang merasa kecewa dan khawatir. Banyak orang tidak menganggap serius kata-kata tersebut, karena mereka tidak mengetahui arti sebenarnya dari kata-kata tersebut, atau menganggapnya tidak berguna dan efektif. Berapa jumlah orang yang anda kenal, yang memiliki waktu untuk memikirkan kekuatan dari berpikir positif?
Cerita berikut mengilustrasikan bagaimana kekuatan berpikir positif bekerja:

Beno mengajukan lamaran kerja, namun kepercayaan dirinya rendah, dan dia menganggap dirinya gagal dan tidak layak memperoleh kesuksesan, ia merasa yakin bahwa ia tidak akan memperoleh pekerjaan tersebut. Ia memiliki pikiran negatif terhadap dirinya sendiri, dan percaya bahwa calon pegawai yang lain lebih baik dan lebih memenuhi syarat dibandingkan dirinya. Beno memperoleh sikap ini karena pengalaman buruk yang ia peroleh dari wawancara pekerjaan yang telah ia ikuti sebelumnya.

Pikirannya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif dan rasa takut atas pekerjaan tersebut selama satu minggu penuh sebelum ia akan diwawancara. Ia yakin ia akan ditolak. Pada hari wawancara ia bangun terlambat, rasa takutnya menjadi kenyataan. Ia mendapati kemeja yang akan ia kenakan kotor, dan kemejanya yang lain harus disetrika. Dan karena ia sudah terlambat, ia memutuskan untuk mengenakan kemeja yang kusut.
Selama wawancara, ia merasa tegang, menunjukkan sikap negatif, khawatir mengenai kemejanya, dan merasa lapar karena ia tidak memiliki cukup waktu untuk sarapan. Semua hal ini menyebabkan pikirannya teralihkan dan sulit baginya untuk fokus pada wawancara. Sikapnya secara keseluruhan menimbulkan kesa yang buruk, dan sebagai akibatnya rasa takutnya menjadi kenyataan dan tidak memperoleh pekerjaan tersebut.

Budi juga mengajukan lamaran atas pekerjaan yang sama, namun ia menyikapinya secara berbeda. Ia merasa yakin bahwa ia akan memperoleh pekerjaan tersebut. Satu minggu sebelum wawancara, ia sering memvisualisasikan dirinya memperoleh pekerjaan tersebut.

Malam hari sebelum wawancara, ia menyiapkan pakaian yang akan ia kenakan dan tidur lebih awal dari biasanya. Pada hari wawancara, ia bangun lebih awal dari baiasanya, sehingga ia memiliki cukup waktu untuk sarapan, lalu tiba di tempat wawancara sebelum jadwal.

Ia memperoleh pekerjaan tersebut karena ia berpikir positif terhadap hal-hal yang ia lakukan. Tentunya ia juga memenuhi persyaratan untuk memperoleh pekerjaan tersebut, sama halnya dengan Beno.
Apa yang bisa kita pelajari dari dua cerita tersebut? Apakah ada sihir yang digunakan dalam cerita tersebut? Tidak, semuanya merupakan hal yang alami. Jika kita memiliki sikap yang positif, sikap-sikap tersebut akan menghasilkan perasaan-perasaan yang positif, gambaran-gambaran yang konstruktif, dan kita akan melihat dalam mata pikiran kita apa yang kita inginkan. Hal ini akan memberikan pencerahan, lebih banyak kekuatan, dan kebahagiaan. Diri anda juga akan memancarkan kebaikan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Bahkan pikiran positif juga akan memberikan beragam manfaat bagi kesehatan anda. Kita berjalan tegak dan suara kita lebih berwibawa. Bahasa tubuh kita menunjukkan perasaan kita.

Pikiran Positif dan Negatif Menular

Setiap dari kita mempengaruhi orang-orang yang kita temui, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini terjadi secara naluriah, dalam pikiran bawah sadar anda, yang terpancar melalui pikiran dan perasaan, serta bahasa tubuh kita. Orang di sekeliling kita dapat merasakan aura kita dan dipengaruhi oleh pikiran kita, juga sebaliknya. Wajarkah jika kita ingin berada di sekitar orang-orang yang positif dan menghindari orang-orang yang negatif? Orang lebih tergerak untuk membantu kita jika kita bersikap positif, dan mereka tidak menyukai dan menghindari siapapun yang bersikap negatif.
Pikiran-pikiran, kata-kata, dan sikap negatif akan menghasilkan mood serta tindakan yang negatif dan tidak menyenangkan. Semua hal ini akan berujung pada kegagalan, frustrasi, dan kekecewaan.

Instruksi-Instruksi Praktis

Untuk merubah pikiran anda menjadi positif, diperlukan latihan dan kemauan untuk merubah diri anda karena sikap dan pola pikir tidak dapat berubah dalam sekejap.
Simaklah topik berikut, pikirkan keuntungan yang akan anda peroleh dan ajaklah diri anda untuk mencobanya. Kekuatan pikiran merupakan kekuatan dahsyat yang selalu membentuk kehidupan kita. Proses pembentukkan biasanya dilakukan di dalam pikiran bawah sadar kita, namun sangatlah mungkin untuk melakukan proses tersebut secara sadar. Meskipun usulan tersebut terdengar cukup aneh; cobalah untuk melakukannya, karena anda tidak akan merasa rugi; sebaliknya anda akan memperoleh banyak hal. Acuhkan apapun pendapat orang lain tentang diri anda ketika anda mengubah pola pikir anda.

Selalu visualisasikan situasi yang menguntungkan dan bermanfaat bagi anda. Gunakan kata-kata positif dalam suara hati anda atau ketika anda berbicara dengan orang lain. Tersenyumlah sedikit lebih banyak, karena senyuman akan membantu anda untuk berpikir lebih positif. Abaikan perasaan malas atau keinginan untuk berhenti. Jika anda bertahan, anda akan berubah pola pikir anda.

Saat pikiran negatif memasuki pikiran anda, anda harus mewaspadainya dan menggantikan pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih konstruktif. Pikiran negatif akan mencoba memasuki pikiran anda lagi, dan sekali lagi anda harus menggantikannya dengan pikiran positif. Seakan-akan anda dua gambar di depan anda, dan anda memilih untuk melihat salah satu gambar tersebut dan mengabaikan gambar yang lain.
Jika tiba-tiba merasakan perlawanan dari dalam diri anda ketika anda berusaha mengganti pikiran-pikiran negatif tersebut, jangan menyerah. Tetap fokuskan diri anda pada pikiran-pikiran yang positif dan menyenangkan.

Terlepas dari keadaan anda saat ini, berusahalah untuk berpikirlah positif. Pikirkan hasil serta situasi yang menguntungkan anda, dan keadaan akan berubah sesuai dengan pikiran anda. Perubahan ini tentunya membutuhkan waktu, namun pada akhirnya perubahan akan terjadi.
Metode lain yang bisa anda lakukan adalah melakukan afirmasi berulang kali. Afirmasi merupakan metode yang menyerupai visualisasi, secara lebih kreatif, dan keduanya bisa digunakan secara bersamaan.
Selamat Berpikir Positif! :) 

facebook:
https://www.facebook.com/kayamodalkartukredit 

Tuesday, 1 April 2014

6 hal harus tahu bagi pemegang kartu kredit


www.ternakkartukredit.blogspot.com

Di zaman yang serba cepat dan komplek ini, kebutuhan untuk memilik kartu kredit semakin tak terhindarkan. Apalagi semakin banyak kemudahan yang hanya bisa Anda dapatkan bila membayar dengan kartu kredit. Sebut saja berbagai diskon menarik di restoran atau kafe dan supermarket, tiket pesawat, keanggotaan kartu kredit.

Belum lagi Anda dapat menggunakan kartu kredit sebagai “dana darurat” ketika tiba-tiba anggota keluarga sakit dan dana darurat sesungguhnya yang Anda miliki tidak dapat diambil karena berbentuk deposito, dan saat itu bank sudah tutup.

Apa pun itu, memiliki kartu kredit memang memberikan kelonggaran keuangan, walau hal itu bersifat semu. Tentu saja semu karena Anda tetap harus membayar segala yang Anda gunakan, plus bunga-berbunga kartu kredit yang saat ini mencapai 3,5 persen per bulan, apabila Anda lalai atau gagal melunasi pemakaian kredit.

Jadi, simak saja enam yang wajib Anda ketahui sebagai pemegang kartu kredit, agar tidak terjebak dengan segala kemudahan dan iming-imingnya.

Alat pembayaran. Banyak orang salah kaprah, dengan menganggap kartu kredit adalah kartu utang. Memang tidak sepenuhnya salah, tetapi anggapan itu akan memicu Anda untuk terus dan berani berutang. Yang seharusnya Anda lakukan adalah menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran. Artinya, kartu kredit sama saja dengan uang tunai: Kalau tidak ada uang, tidak bisa berbelanja. Sehingga, saat Anda tahu tidak punya uang untuk membeli sesuatu, Anda tidak serta-merta tergoda menggunakan kartu kredit. Anda hanya akan menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran yang lebih aman dan praktis ketimbang uang tunai.

Waktu membayar. Karena Anda menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran semata, maka Anda harus memaksimalkan cara pembayaran yang tepat agar tidak terkena bunga. Yaitu, dengan membayar sebelum tanggal jatuh tempo. Kalau keadaan memaksa, sehingga Anda terpaksa memberlakukan kartu kredit sebagai kartu utang, maka lunasi seluruh pemakaian. Tidak bisa melunasi secara penuh? Membayar jumlah minimum memang mengoda, tetapi sistem bunga berbunga bakal membuat pembayaran Anda selalu tertinggal dengan laju kecepatan utang pokok yang dibungakan, lalu dibungakan lagi. Hasilnya tidak akan ada akhirnya. Bayar sekitar dua sampai tiga kali dari jumlah pembayaran minimum.

Jumlah kartu kredit. Lebih baik memiliki satu kartu kredit dengan limit tinggi, ketimbang beberapa kartu kredit untuk mencapai limit yang sama. Dengan satu kartu kredit, Anda hanya harus membayar biaya tahunan untuk satu kartu, sementara kalau, misalnya, lima kartu kredit, maka ada lima biaya tahunan. Belum lagi kalau Anda aktif menggunakan semua kartu tersebut, bisa runyam.

Limit kartu kredit. Nah, sekarang, berapa jumlah ideal limit kartu kredit Anda? Sebagian besar akan menjawab, ‘setinggi-tingginya.’ Namun benarkah demikian? Kalau Anda menganggap kartu kredit sebagai alat pembayaran, maka limit kartu kredit yang tepat adalah sebesar maksimal lima kali pengeluaran rutin bulanan. Jadi, kalau pengeluaran Anda lima juta rupiah dalam sebulan, maka limit maksimal kartu kredit Anda adalah Rp25 juta. Dengan asumsi pengeluaran bulanan Anda 40 persen dari penghasilan, maka itulah angka yang cukup moderat, yang Anda masih bisa tanggung setiap bulan. Tentu dengan catatan Anda tidak punya utang lain.

Nasabah yang baik di mata penerbit kartu kredit. ‘Saya selalu melunasi utang kartu kredit, bahkan sebelum jatuh tempo.’ Percaya atau tidak, Anda tidak akan dianggap sebagai nasabah yang baik di mata penerbit kartu kredit. Indikasi paling simpel yang terjadi saat Anda melakukan cara tersebut adalah tagihan kartu kredit Anda bakal semakin tipis, tidak ada lagi brosur-brosur cantik yang menawarkan berbagai diskon bila Anda menggunakan kartu kredit. Lebih runyam lagi, bisa jadi perusahaan penerbit kartu kredit mengalihkan penagihan menjadi via e-mail, ketimbang surat seperti yang selama ini Anda dapatkan. Selain itu, apabila Anda tidak pernah menggunakan kartu kredit sampai limit kredit Anda – yang sesungguhnya hal itu baik di mata nasabah dan perencana keuangan di seluruh dunia – maka jangan harap penerbit kartu kredit akan menawarkan peningkatan limit kredit. Bahkan, alih-alih ditawarkan, Anda yang harus mengemis agar limit dinaikkan, dan membayar administrasi untuk permohonan tersebut. Dari sisi penerbit kartu, itu hal yang masuk akal karena buat apa mereka menaikkan atau memberikan limit yang lebih tinggi, sementara diberi limit yang ada saat ini juga tidak pernah digunakan. (Antono Purnomo)


Monday, 31 March 2014

BI Checking Mengenal Informasi Debitur Individual

reject? atau hendak mengajukan KTA, atau KKB atau bahkan KPR. Sebaiknya saya sarankan untuk cek terlebih dahulu Informasi Debitur Individual (IDI) Historis anda yang tercatat baik di Bank Indonesia untuk mengecek kolektibilitas anda di bank tersebut. Berapa kali anda mendengan istilah "blacklist SID BI"? pasti sering ya untuk siapapun yang sering datang ke bank untuk keperluan urusan kartu kredit, atau cicilan lainnya. Sebelum saya memutuskan untuk menulis di blog ini, saya sendiri masih bingung dan penuh tanda tanya, apa sih SID itu, apa sih BI Checking itu, apa sih maksudnya 'blacklist SID BI'.

Untuk mencari tahu rasa penasaran dan juga ingin menambah wawasan saya, akhirnya saya beranikan diri, tepat hari ini tanggal 10-Mei-2011 untuk datang ke Bank Indonesia yang ada di kota Bandung (daerah sekitar Jl.Merdeka-depan taman walikota). Saya datang ke bagian Informasi untuk memperoleh laporan BI Checking saya, laporan ini dinamakan IDI - Informasi Debitur Individual.


Kemudian, saya di mintai kartu identitas saya yaitu KTP oleh seorang petugas, dan petugas itu langsung memberikan saya satu lembar surat seperti formulir permohonan permintaan IDI. Setelah diisi lengkap, form tersebut petugas tadi akhirnya membuka data saya, dan akhirnya memberikan laporannya yang sudah diprint lengkap. Kemudian memberikan penjelasan singkat isi form IDI yang saya terima.

Secara singkatnya, untuk memperoleh laporan BI Checking anda;
  1. Datang langsung ke Bank Indonesia yang ada di kota tempat anda tinggal, kemudian ke bagian Informasi atau Public Relation pada hari kerja jam 08.00-15.00
  2. Siapkan FC KTP lebih baik, kemudian mengisi formulir permohonan permintaan IDI
  3. Laporan IDI anda akan anda peroleh setelah data dapat dibuka oleh petugas dan dicetak langsung saat itu juga, GRATIS!

Ok, setelah laporan IDI tersebut anda terima, ternyata secara garis besar isi IDI tersebut antara lain;
a. Data Pribadi Anda ; termasuk no.KTP, NPWP
b. Alamat Rumah Tinggal ; termasuk alamat pengiriman kartu kredit, tagihan, atau alamat korespondensi yang digunakan untuk akad kredit lainnya
c. Alamat dan data Pekerjaan
d. No.telepon rumah
f. Data lengkap Bank yang memberikan kredit anda; total pagu kredit, tahun pemberian, tahun berakhir perjanjian kredit, dan kolom-kolom bulan dan tahun yang ada isi angka kolektibilitas (1,2,3,4,5), juga ada catatan jika ada yang macet ditanggal berapa bulan berapa tahun berapa secara lengkap.

Untungnya saya sudah cek dan memang saya termasuk di golongan lancar dengan pengisian angka 1 di kolom tiap Bank yang mengeluarkan kartu kredit untuk saya. :)


Oh ya anda juga bisa mengecek dan memohon permintaan BI Checking IDI anda pribadi melalui online, anda bisa kunjungi 


Mudah2an bisa bermanfaat

Sunday, 30 March 2014

Kasus Kematian Akibat kartu Kredit


 www.ternakkartukredit.blogspot.com

Kematian seorang nasabah kartu kredit Citibank (alm.) Irzen Octa, sekjen PPB (Partai Pemersatu Bangsa) dikantor Citibank membuat polemik tentang kartu kredit semakin bergulir kencang. Bank Indonesia sampai dipanggil oleh Komisi XI DPR, untuk dimintai keterangan juga pihak Citibank secara langsung. Sebab kematiannya pun masih dalam penyidikan polisi, informasi terakhir adalah pecahnya pembuluh darah diotak.

Ok, saya tidak akan membahas lebih lanjut penyebab kematiannya beliau, tapi karena efek kejadian ini sangat membuat saya selaku pemegang kartu kredit tidak nyaman. Bukannya saya takut dengan debt collector, tapi adalah wacana regulasi yang akan dirancang oleh Bank Indonesia untuk lebih memperketat regulasi seputar kartu kredit, antara lain; wacana kenaikan bunga kartu kredit mencapai 5%, pembatasan plafon kartu kredit hanya 30% dari penghasilan, dan yang terakhir adalah pembatasan kepemilikan kartu kredit maksimal hanya 2 kartu. Memang ini hanya wacana saja yang baru bergulir, belum menjadi ketetapan.

Menurut saya pribadi, kasus ini menjadi kasus nasional karena korbannya adalah politikus (walaupun notabene dari partai kecil), mungkin karena profesinya politikus maka menjadi isu nasional, sebesar itukah pengaruh politikus? Padahal kalau diliat dari kasus yang terjadi, oknum pengemplang hutang kartu kredit ini ternyata dipanggil oleh pihak Citibank selama 3 tahun sangatlah sulit untuk dihubungi dengan kata lain tidak kooperatif untuk menyelesaikan kewajibannya, bisa cek di artikel di Kompas 15 April 2011 Halaman 27.

Pihak pengacaranya, mengatakan oknum ini adalah nasabah yang baik di Citibank, karena sudah puluhan tahun menjadi nasabah kartu kredit, dengan asumsi memiliki kartu kredit jenis platinum (minimal limit 30-40 juta). Jika memang beliau nasabah yang baik, kenapa bisa sampai memiliki hutang sampai Rp.100 juta (dihitung dengan bunga yang berjalan dari hutang pokoknya Rp.48 juta) sampai berlangsung 3 tahun? Ini buat saya adalah kejanggalan.

Logika saya adalah, jika beliau menggunakan limit kartu kredit sampai over limitpun, misalnya Rp.50 juta, maka minimum payment yang bisa dibayarkan adalah Rp.5 jutaan, dan tentunya kartu tersebut harusnya decline (tidak bisa digunakan untuk sementara waktu) sampai bisa diangsur lagi sisa cicilannya. Jika memang beliau sudah membayar dengan dicicil selama rentang waktu 3 tahun tersebut, harusnya jumlah hutangnya juga bisa berkurang tidak sampai Rp.48 juta.

Nah, dari hal yang demikian lah sudah bisa saya sedikit simpulkan, bahwa oknum pengemplang hutang ini memang tidak ada niatan baik untuk menyelesaikan masalah dengan pihak Citibank. Apa yang terjadi di kantor penagihan Citibank yang menyebabkan kematian bagi saya adalah musibah yang tak bisa dihindarkan, tapi kalau hutang bisa dihindarkan kembali lagi kepada diri kita sendiri.

Kartu kredit tidak pernah salah, yang salah adalah yang memegangnya dan tak bertanggung jawab. Silahkan buat siapapun yang ingin beradu argumen dengan saya tentang kartu kredit, atau siapapun yang merasa benci dengan kartu kredit dan tidak suka dengan tulisan saya, silahkan untuk beradu argumen dengan saya, mudah-mudahan bisa mendapatkan pencerahan.


Mudah-mudahan bermanfaat.

Tips cara cepat menaikan limit kartu kredit hingga 1 M

 www.ternakkartukredit.blogpsot.com


Berikut saya bagikan tips menaikkan limit kartu kredit, dari pengalaman saya berhasil menaikkan limit kartu kredit dari 2 juta menjadi 70 juta, dari 30 juta menjadi 100juta.

1. Pemakaian Maksimum 80%.
Pemakaian kartu kredit maksimum 80% dari limit kartu kredit, jangan digunakan 100% karena ketahuan banget lagi bokek. Tapi jangan juga pemakaian sedikit banget atau nggak dipakai, dikasih limit segitu nggak dipakai bagaimana mau dinaikkan?

2. Pembayaran Penuh Tepat Waktu.

Pembayaran tagihan kartu kredit tidak terlambat dan dibayar penuh. Kalo dikasih limit kartu kredit segitu aja bayarnya aja minimum terus, gimana mau dinaikkan?

3.Gunakan Fasilitas Cicilan
Mengubah transaksi menjadi cicilan juga merupakan point yang bagus untuk referensi kenaikan limit kartu kredit. Tapi jangan juga semua transaksi diubah menjadi cicilan sehingga ketahuan banget bokeknya.

4. Pakai di Luar Negeri.
Pemakaian kartu kredit di luar negeri juga bagus sebagai track record sebagai orang bonafit yang layak dapat limit tinggi.

5. Pembayaran Autodebit Kartu Kredit
Memasukkan pembayaran bulanan tagihan2 seperti telpon, listrik, asuransi juga merupakan point yang bagus untuk referensi kenaikan limit kartu kredit.

6. Gestun Jangan Bulat.

Kalo gesek tunai atau tarik tunai kartu kredit sebaiknya tidak dalam jumlah bulat2 terus, kok belanjanya selalu pas 3juta, 5juta, 10juta? Ketahuan banget kan?

7. Gesek Banyak Transaksi
Sebaiknya gesek kartu kredit dengan banyak transaksi, jangan cuma satu transaksi digesek 100% pula. Bisa dibuat cantik sedikit, misalnya limit 10juta, digestun 7.125.000, belanja di hypermart 60ribu, makan di pizza hut 75ribu, dan isi bensin 100ribu, jadi bagus kan?

8. Telpon Bank Minta Naik Limit
Rata2 bank menaikkan limit kartu kredit setiap 6 bulan. Apabila belum ada kenaikkan, telpon bank ajukan kenaikkan. 



informasi GESTUN dan Pelunasan bisa hub contact di blog ini
salam sukses

Kiat Aplikasi Kartu Kredit Cepat Diterima


  www.ternakkartukredit.blogspot.com

Untuk mendapatkan kartu kredit ada dua cara. Cara pertama pihak lembaga keuangan yang menawarkan Anda sehingga Anda hanya terima beres. Cara ke-2 adalah mengisi form untuk mengajukan pemohonan kartu kredit. Kebanyakan orang harus menggunakan cara ke-2 terkecuali orang tersebut sudah memiliki kartu kredit dengan track record yang baik, baru bank akan berlomba-lomba menawarkan kartu mereka pada dia.
Berikut beberapa kiat agar aplikasi kartu kredit Anda bisa cepat diterima:
  • Pilih mengajukan kartu kredit ke bank dimana Anda menyimpan uang. Artinya lebih baik memulai mengajukan kredit ke bank dimana Anda memiliki rekening baik itu rekening tabungan biasa atau deposito. Bila Anda memiliki rekening di Bank A, maka Bank A dapat melihat Cash Flow dan besarnya tabungan Anda sehingga mereka biasanya akan lebih mudah mengapprove pengajuan Anda.
  • Dalam penyetujuan pemohonan kartu kredit, semua bank akan mengecek cash flow Anda. Bila cash flow Anda lancar dan teratur, bank akan dengan senang hati menyetujui pemohonan Anda karena Anda dinilai mampu membayar.
  • Jangan menungak pembayaran. Sekali aja ada tungak dalam pembayaran kredit, daftar cash flow Anda sudah ditandai. Hal ini yang biasanya menyebabkan pemohonan kartu kredit ditolak. Jadi jaga agar cash flow Anda bersih dengan membayar semua tagihan sebelum batas waktunya.
  • Beberapa bank melakukan event dimana nasabah bisa mereferensikan teman atau keluarganya untuk menjadi pemegang kartu kredit. Biasanya bank akan menganggap bahwa Anda yang direferensikan emang layak dipertimbangkan.
  • Buatlah kartu kredit di bank sesuai daerah yang tertera di KTP. Ada beberapa bank yang menolak permohonan karena pengaju tinggal diluar kota (melihat dari KTP) jadi untuk meminimalisnya, Anda bisa mengajukan di kota asal Anda.
Semoga informasi ini membantu pengajuan aplikasi kartu kredit Anda. Salam sukses.

Sunday, 23 February 2014

Manfaat menguntungkan dan Merugikan menggunakan Kartu Kredit

 

Kartu kredit merupakan alat bantu pembayaran yang lazim di sebagian masyarakat kita, bahkan kecenderungannya kartu kredit sudah merupakan gaya hidup. Kartu kredit bahkan memberikan banyak peluang tambahan bagi konsumen pengguna untuk mendapatkan kemudahan baik dalam bertransaksi maupun skema pembayaran yang bisa dicicil.
Kartu kredit memiliki berbagai macam kelebihan, antara lain:
1. Kartu kredit dapat digunakan untuk mempermudah alat pembayaran sehingga kita tidak perlu susah-susah membawa uang tunai.
2. Kartu kredit dapat digunakan untuk mengumpulkan semua bentuk pengeluaran belanja dalam satu tagihan sehingga waktu yang kita keluarkan dapat lebih efisien. Bahkan ada juga kartu kredit yang memiliki fasilitas untuk membayar pengeluaran rutin, seperti tagihan telepon, tagihan listrik, dan tagihan air.
3. Kartu kredit juga dapat digunakan untuk mencatat pengeluaran kita secara rutin sehingga mempermudah kita dalam mengelola keuangan dalam keluarga.
4. kartu kredit juga dapat digunakan untuk menghemat pengeluaran kita, misalnya untuk diskon kamar hotel, diskon makan di restoran, atau diskon belanja.
5. Tidak perlu membawa uang kontan kemana-mana yang bisa membahayakan keselamatan kita.
6. Pengeluaran akan tertera jelas di rekening giro, bisa untuk melakukan cross checking di rumah pada akhir bulan.
7. Kartu kredit tertentu memberi servis asuransi kesehatan, perjalanan, pencurian, ataupun kerusakan barang yang dibeli dengan kartu tersebut (perlu dibicarakan pada bank pada saat transaksi).
8. Pemilikan kartu kredit international mempermudah perjalanan anda ke luar negeri.
9. Pada bank tertentu, konsumen bisa memiliki kartu tambahan untuk pasangan atau anak (untuk satu account), baik berupa kartu identik dengan nomor identiti dan pin yang sama ataupun kartu tambahan yang berbeda nomor identiti dan nomor pin-nya.
10. Bisa melakukan transaksi lewat internet (hati-hati dalam memilih website).
11. Bisa belanja sekarang dan bayar bulan depan dengan bunga sekitar 2,5% – 3 % tergantung bank yang bersangkutan.
12. Bisa melakukan transaksi bisnis di internet (e-commerce) dengan menuliskan nama dan nomor kartu kredit (16 digit).
13. Bisa dianggap lebih bergengsi, karena orang yang mempunyai kartu kredit adalah orang yang berpenghasilan cukup besar.
14. Kemudahan dalam melakukan pembayaran yang bisa dilakukan dengan mencicil atau membayar minimun dari tagihan yang dikirim tiap bulannya.
15. Tingkat keamanan yang cukup tinggi jadi bila kartu kredit kita dicopet, maka bisa segera melapor ke card center untuk melakukan pemblokiran kartu kredit.
16. Kemudahan dalam menggunakan dana pihak lain tanpa bunga bila dilakukan pembayaran lunas tiap tagihan datang (grace period).
17. Kemungkinan mendapatkan berbagai hadiah atau tawaran dengan harga diskon khusus bagi pemegang kartu kredit tertentu.
Akan tetapi, kartu kredit pun memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, antara lain:
1. Kartu bisa dibobol orang lain yang tidak jujur, misalnya bila penjual tidak jujur maka ia akan menggosok slip kredit lebih dari 1 kali sebelum kita tanda tangani. Ia akan menagih ke bank yang bersangkutan untuk transaksi lain dengan menggunakan slip yang kedua dengan mencantumkan tanda tangan kita yang dipalsukan seperti pada slip yang pertama.
2. Bila transaksi bisnis dilakukan di internet, maka bila di penjual tidak jujur, ia akan menerima pembayaran dari bank yang bersangkutan, tetapi ia tidak mengirimkan barang yang kita pesan.
3. Apabila kita butuh uang atau ingin belanja lebih banyak dari kemampuan, kita tetap bisa memakai kartu tersebut, namun yang sering dilupakan oleh konsumen adalah persentase bunga kredit konsumsi yang sangat tinggi.
4. Jenis kartu kredit yang menggunakan band magnetik tidak terlalu baik keamanan-nya. Sayangnya di Indonesia kartu jenis ini masih banyak di produksi, jadi akan lebih baik kalau dibuat pengamanan tambahan dengan micro chip seperti yang dipakai di Eropa.
5. Pembayaran pertahun yang cukup mahal, termasuk pembayaran tambahan untuk pengambilan uang di luar negeri, termasuk transaksi internet pada website yang berada di luar negeri.
6. Nilai pertukaran uang ditentukan oleh bank penerbit, sehingga terkadang pihak bank agak seenaknya memberi rata rata harian nilai pertukaran uang.
7. Jangan sampai berurusan dengan debt collector yang sering dipakai oleh pihak Bank di Indonesia untuk menagih hutang. Bisa jadi perabotan rumah tangga pun akan dibawa pada saat penagihan.
8. Pada saat mengambil uang tunai melalui ATM, maka secara langsung dikenakan fee pengambilan yang besarannya sekitar 30 sampai 40 ribu (tergantung institusi penerbit).
9. Beban administratif dan beban bunga yang terlalu tinggi jika melakukan pengambilan uang di ATM.
Setelah mengamati kelebihan dan kelemahan dari kartu kredit, diharapkan kita sebagai konsumen dapat meniliti dengan seksama sebelum mengambil keputusan untuk memiliki kartu kredit. Jangan sampai kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh kartu kredit yang ditawarkan malah memberikan petaka di kemudian hari. Diharapkan juga agar konsumen dapat lebih bijak dalam memakai fungsi dari kartu kredit itu sendiri (Enrice Irene).
 
sumber: http://www.carajadikaya.com/kelebihan-dan-kelemahan-kartu-kredit-bagi-konsumen-penggunanya/